
Malang, 7 September 2025 – Suasana khidmat dan penuh syukur menyelimuti Kapel Santo Vinsensius a Paulo, Bhakti Luhur Malang, ketika 21 calon kaul kekal Asosiasi Lembaga Misionaris Awam (ALMA) Puteri mengikuti rangkaian Upacara Siraman dan Penguburan sebagai persiapan menuju kaul kekal. Dalam prosesi ini, mereka didampingi oleh ibu-ibu kaul kekal yang telah dipilih secara khusus.


Perarakan dan Penyerahan Kado
Para calon kaul kekal mengawali prosesi dengan perarakan menuju kapel. Mereka membawa kado, lalu mempersembahkannya di hadapan altar Yesus dan Bunda Maria. Setelah doa pribadi, mereka melanjutkan dengan ofisi sore penuh penghayatan.




Ibadat dan Sabda Tuhan
Ibadat sore dibuka dengan bacaan Kitab Suci dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (12:1-2). Imam menegaskan dalam renungan bahwa panggilan sejati berarti mempersembahkan hidup secara total kepada Tuhan.



Makna Siraman dan Penguburan
Dalam homili, imam menjelaskan bahwa siraman bukan sekadar prosesi simbolis, melainkan melambangkan pembersihan diri yang menuntun para calon kaul untuk semakin serupa dengan Kristus. Selain itu, beliau menegaskan bahwa penguburan rohani mengingatkan setiap orang agar mati bagi dunia dan hidup untuk Kristus. Oleh karena itu, imam meneguhkan para calon kaul untuk meninggalkan manusia lama beserta cara hidupnya. Pada akhirnya, beliau mengajak mereka mengenakan manusia baru yang dipenuhi kasih dan kebenaran Kristus.
Prosesi Siraman
Para calon kaul kekal menerima siraman dari pimpinan dan orang tua sebagai tanda pembersihan diri. Setelah itu, mereka mengenakan jubah putih sebagai lambang kesucian, lalu menerima berkat serta pengurapan minyak kudus sebagai penguatan rohani. Selanjutnya, mereka berkumpul di sekitar lilin Paskah untuk berdoa bersama, sehingga suasana doa menjadi semakin khidmat dan penuh makna.





















Penguburan Rohani
Dengan penuh haru, para calon kaul membaringkan diri sebagai tanda penyerahan hidup. Imam dan para suster menutup mereka dengan kain, memerciki dengan air suci, mendupai, serta menaburkan bunga. Umat turut mendoakan dengan Litani Para Kudus.

Pemakaian Skapulir dan Doa Restu Orang Tua
Sesudah prosesi penguburan rohani berakhir, imam menyerahkan skapulir sebagai lambang kesetiaan kepada Kristus dan Bunda Maria. Kemudian, para calon kaul dengan penuh hormat menghampiri orang tua mereka untuk memohon doa restu. Pada saat yang sama, umat mengiringi langkah mereka dengan lagu “Doakan Kami”, sehingga suasana bertambah khidmat dan menyentuh hati setiap orang yang hadir.




Penutup Penuh Syukur
Upacara siraman dan penguburan calon kaul kekal ALMA Puteri berakhir dengan doa berkat penutup. Seluruh umat bersama para calon kaul memuji Tuhan lewat nyanyian “Sungguh Besar Kau Allahku”, sebagai ungkapan syukur atas rahmat panggilan Allah yang besar.







1 thought on “Upacara Siraman dan Penguburan Calon Kaul Kekal ALMA PUTERI”