
KOMSOS ALMA PUTERI Malang — Misa Paskah MPK/KOMDIK Keuskupan Malang menjadi momen iman yang mempererat persaudaraan para pelaku pendidikan Katolik di Malang Raya pada Senin, 6 April 2026.
Perayaan Misa Paskah MPK/KOMDIK Keuskupan Malang terlaksana di Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel dan yang hadir sekitar 1.380 umat dari berbagai lembaga pendidikan Katolik.
Para peserta terdiri dari pendidik, tenaga kependidikan, dosen, serta pegawai Katolik dari 14 yayasan pendidikan Katolik, universitas Katolik di Kota Malang, serta pegawai Kementerian Agama Kota Malang.
Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., memimpin perayaan ini bersama RD. Petrus Prihatin Pastor Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel dan RD. Yusuf Dimas Caesario selaku sekretaris uskup Malang.




Baca juga: https://almaputeri22.net/2026/03/19/pembekalan-mahasiswa-pastoral/
Paskah sebagai Sumber Pengharapan
Dalam homilinya, Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., menegaskan bahwa Paskah menjadi momentum memperbarui iman dan pengharapan.

“Paskah adalah kesempatan untuk bersyukur kepada Tuhan serta merenungkan dengan iman bahwa Yesus sungguh bangkit bagi keselamatan manusia.”
Ia menegaskan kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa masa lalu yang umat kenang, melainkan misteri iman yang memberi kekuatan.
Kebangkitan Yesus menegaskan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia, bahkan ketika hidup berada dalam situasi paling gelap.







“Iman akan kebangkitan Kristus menumbuhkan pengharapan yang membuat kita mampu melangkah maju dan setia menjalani kehidupan,” lanjutnya.
Uskup juga mengajak umat merenungkan makna felix culpa, ungkapan Latin dalam Madah Paskah Exsultet yang dinyanyikan pada Vigili Paskah.

Istilah itu berarti “kesalahan yang membahagiakan”, yang mengungkapkan misteri keselamatan Allah melalui wafat serta kebangkitan Kristus bagi manusia.
Ungkapan tersebut merujuk pada dosa manusia pertama yang menjauhkan manusia dari Allah, namun membuka jalan penebusan Kristus.
Melalui kebangkitan Kristus, Allah tidak hanya mengampuni manusia, tetapi juga memulihkan martabat manusia sebagai ciptaan yang Allah kasihi.
Bahkan lebih dari itu, Allah mengangkat manusia menjadi anak-anak-Nya yang hidup dalam kasih, rahmat, serta persekutuan dengan-Nya.
Karena itu, Paskah menegaskan bahwa kasih Allah selalu lebih besar daripada dosa manusia yang sering melemahkan iman.
Kebangkitan Kristus mengingatkan umat bahwa di balik penderitaan selalu ada harapan, dan dari kegelapan lahir kehidupan baru.







Dunia Pendidikan sebagai Ruang Pewartaan Nilai Kristiani
Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua sekaligus Ketua KOMDIK Keuskupan Malang, M. Monfoort, BHK., mewakili Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Malang, Yohanes Maria Vianney, O.Carm., untuk menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Paskah memiliki makna khusus bagi dunia pendidikan Katolik, terlebih dalam momentum 100 tahun perjalanan Keuskupan Malang.

Kebangkitan Kristus Menguatkan Karya Pendidikan
Ia mengingatkan bahwa Paskah bukan sekadar mengenang kebangkitan Kristus, tetapi mengajak umat menghayati iman bahwa kehidupan selalu menang atas kematian. Kebangkitan Kristus menjadi sumber kekuatan bagi karya pelayanan Gereja, termasuk dalam bidang pendidikan.
Menurutnya, pendidikan Katolik berperan penting membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam iman dan tanggung jawab sosial. Lembaga pendidikan kiranya menjadi tempat tumbuhnya iman, harapan, dan kasih.
Ia juga mengajak para pendidik untuk setia pada panggilan pelayanan. Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan nilai iman melalui keteladanan hidup.
Membentuk Generasi Muda yang Beriman dan Berkarakter
Di tengah tantangan zaman dan perkembangan teknologi, semangat Paskah menguatkan para pendidik untuk tetap berharap dan bangkit dari keterbatasan. Dalam konteks tema pastoral Gereja Berwajah Muda pada peringatan 100 tahun Keuskupan Malang, dunia pendidikan dipandang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang beriman, dinamis, dan penuh harapan.
Liturgi Inklusif: Ruang Pelayanan bagi Semua
Perayaan ini menampilkan liturgi yang inklusif melalui keterlibatan sahabat disabilitas dari Yayasan Bhakti Luhur sebagai petugas liturgi. Pelayanan musik liturgi serta pembacaan Kitab Suci dipercayakan kepada teman-teman disabilitas netra. Kehadiran dan keterlibatan mereka menjadi tanda bahwa Gereja memberi ruang bagi setiap pribadi untuk ambil bagian dalam pelayanan serta menghargai martabat setiap manusia sebagai ciptaan Allah.


















Mempererat Persaudaraan dalam Pelayanan Pendidikan
Misa Paskah MPK/KOMDIK Keuskupan Malang juga menjadi momentum mempererat persaudaraan para pelaku pendidikan Katolik sekaligus ruang refleksi bersama bagi dunia pendidikan. Semangat kebangkitan Kristus kiranya pula menguatkan para pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, sehingga melalui karya pendidikan nilai iman, harapan, dan kasih terus ditanamkan kepada generasi muda. Perayaan kemudian berlanjut dengan ramah tamah dalam suasana sukacita dan persaudaraan.






Kristus Bangkit! Alleluya! Alleluya!
KOMSOS ALMA PUTERI
Malang, 6 April 2026






