WhatsApp Image 2026-02-21 at 15.47.02
“Juga kalian, bersaksilah, karena kalian ada bersama-Ku” (Yoh 15:27) PESAN BAPA SUCI LEO XIV UNTUK HARI ORANG MUDA SEDUNIA KE-40
Advertisements

Ungkapan yang Sering Kita Dengarkan

Kalimat “Orang Muda Katolik (OMK) adalah masa depan Gereja” sering terdengar dalam berbagai kesempatan, baik dalam homili, rapat paroki, maupun percakapan sehari-hari di lingkungan Gereja. Pernyataan ini mengandung harapan besar bahwa kaum muda akan melanjutkan kehidupan dan pelayanan Gereja di masa mendatang. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah kaum muda sungguh mendapat ruang untuk terlibat dalam kehidupan Gereja saat ini?

Antara Harapan dan Kenyataan

Selama ini, banyak orang menyebut OMK sebagai fondasi masa depan Gereja. Namun, sebutan “masa depan” terkadang justru menunda keterlibatan mereka pada masa kini. Sering kali orang dewasa meminta kaum muda menunggu hingga mereka lebih dewasa, lebih berpengalaman, atau lebih memahami aturan Gereja sebelum mereka mengambil peran aktif dalam kehidupan Gereja.

Akibatnya, tidak sedikit OMK yang merasa hanya menjadi penonton di dalam Gereja mereka sendiri. Kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pastoral, seperti kegiatan di Komunitas Basis Gerejawi (KBG), lingkungan, maupun stasi, terkadang terasa terbatas. Situasi ini dapat membuat sebagian kaum muda menjadi kurang tertarik atau enggan untuk terlibat dalam kegiatan Gereja.

Harapan yang Berubah Menjadi Tuntutan

Harapan besar terhadap kaum muda terkadang berubah menjadi tuntutan yang berlebihan. Orang dewasa sering mengharapkan mereka menjadi generasi Gereja yang sempurna sesuai standar yang ditetapkan. Padahal, Gereja tidak membutuhkan generasi yang sempurna. Gereja justru membutuhkan kaum muda yang setia, berani, dan memiliki semangat untuk melayani.

Gereja juga bukan sekadar tempat yang hanya menyimpan dan menjaga tradisi lama agar tidak berubah. Sebaliknya, Gereja adalah taman yang hidup, tempat generasi muda dapat bertumbuh, berkembang, dan menghadirkan warna baru dalam kehidupan iman.

Peran Pendamping Pastoral

Dalam situasi ini, peran para pendamping pastoral menjadi sangat penting. Kehadiran para suster ALMA sebagai pendamping OMK di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Ritaebang menjadi wujud nyata dukungan bagi kaum muda. Para suster hadir sebagai teman seperjalanan yang mendampingi, membimbing, serta memberi ruang bagi OMK untuk bertumbuh dalam iman dan pelayanan.

Melalui pendampingan tersebut, kaum muda didorong untuk berani terlibat sebagai pelayan dan saksi kasih Kristus di tengah kehidupan Gereja. Dengan demikian, OMK tidak hanya dipandang sebagai masa depan Gereja, tetapi juga sebagai bagian penting dari kehidupan Gereja pada masa kini.

Gereja yang Berjalan Bersama Kaum Muda

Gereja yang hidup adalah Gereja yang berjalan bersama kaum mudanya. Dengan memberikan ruang dan kepercayaan kepada mereka, Gereja tidak hanya mempersiapkan masa depan, tetapi juga membangun kehidupan iman yang dinamis sejak sekarang.

baca juga: https://almaputeri22.net/2026/03/16/pelatihan-pendampingan-bagi-disabilitas-netra/

✍️ Sr. Yasinta Melni, ALMA (Misionaris Solor Barat)

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *