
Erambu, Sota, November 2025 — Menghidupkan semangat penyelamatan jiwa-jiwa menjadi fokus utama umat Stasi Santa Maria, Paroki Santo Arnoldus Janssen Sota, pada bulan November tahun ini. Sepanjang bulan ini, umat secara aktif memasuki peziarahan batin yang penuh keheningan, pengharapan, dan kasih melalui rangkaian doa, kunjungan rohani, pelayanan anak-anak, serta pembaruan hidup rohani para pelayan Gereja. Melalui seluruh gerak dan karya itu, umat menegaskan bahwa penyelamatan jiwa-jiwa adalah tugas kasih yang mereka hidupi setiap hari.

Baca juga: https://almaputeri22.net/2024/09/10/paus-fransiskus-berkunjung-ke-susteran-alma-dili-timor-lest/
Perayaan Misa Arwah: Merawat Ingatan dan Harapan
Pada 2 November, umat Stasi Erambu merayakan Misa Arwah Orang Beriman di Gereja Santa Maria. Dalam suasana yang sederhana namun hangat, umat membawa berbagai intensi doa untuk para leluhur yang telah mendahului mereka. Cahaya lilin yang menyala di depan altar menghadirkan simbol pengharapan, seolah Yesus, Sang Cahaya Hidup, menerangi jiwa-jiwa yang mereka doakan sekaligus meneguhkan langkah umat yang masih berziarah di dunia. Di tengah perayaan ini, tema Menghidupkan Semangat Penyelamatan Jiwa-Jiwa tampak nyata, sebab dalam keheningan misa umat menyadari bahwa keselamatan jiwa tidak hanya menyentuh mereka yang telah tiada, tetapi juga mengajak setiap pribadi memperbarui hati..
Kunjungan Kelompok Kerahiman Ilahi Paroki Jagebob
Beberapa hari kemudian, Stasi Erambu mengalami sukacita tersendiri dengan kunjungan Kelompok Kerahiman Ilahi dari Paroki Jagebob. Pertemuan ini menjadi peristiwa rohani yang memperlihatkan wajah Gereja yang saling meneguhkan. Bersama umat Erambu, kelompok ini mendaraskan Doa Koronka Kerahiman Ilahi dan mempersembahkan keluarga serta kampung melalui hati Yesus yang penuh belas kasih. Kunjungan ini bukan sekadar agenda rohani, tetapi juga jembatan kasih yang menyatukan umat dalam persaudaraan dan perhatian satu sama lain. Umat pun bersama-sama memperjuangkan keselamatan jiwa, bukan hanya sebagai satu stasi, tetapi sebagai Gereja yang bersatu dalam satu tubuh Kristus.
Pelayanan Kasih bagi Anak-Anak
Pelayanan kepada anak-anak menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan bulan ini. Di balai kampung, anak-anak kecil duduk melingkar menikmati makanan tambahan yang disiapkan oleh para suster ALMA Puteri dan pendamping. Sepiring makanan hangat dan minuman sederhana menjadi wujud kasih Allah yang menyentuh tubuh sekaligus jiwa mereka. Ketika seorang suster memakaikan baju, menyuapi seorang anak, atau menemani mereka bermain, Injil terasa hidup. Mereka melayani Kristus yang hadir dalam wajah anak-anak itu.


Selain memberi makan, anak-anak juga diajak untuk bermain, belajar, dan membangun kebersamaan. Di tengah tawa dan kesederhanaan, para suster menanam nilai-nilai Injili dalam hati anak-anak—sebuah benih yang akan tumbuh seiring perjalanan hidup mereka.
Puncak Sukacita: Penerimaan Komuni Pertama
Salah satu momen paling menggembirakan di bulan November adalah perayaan Komuni Pertama bagi puluhan anak. Mengenakan pakaian putih dengan wajah penuh harapan, mereka berdiri di hadapan altar untuk menyambut Yesus dalam Sakramen Ekaristi. Ketika Tubuh Kristus menyentuh tangan kecil mereka, keselamatan menjadi pengalaman yang hidup dan nyata. Yesus bukan lagi sekadar doa yang dihafalkan, tetapi Sahabat Ilahi yang menyertai dan menuntun perjalanan iman mereka. Perayaan ini sekaligus mengingatkan seluruh umat bahwa keselamatan jiwa adalah perjumpaan yang nyata dengan Tuhan dalam Ekaristi.

Rekoleksi Para Pastor dan Suster ALMA
Rangkaian kegiatan bulan November diakhiri dengan rekoleksi para pastor SVD dan suster ALMA. Mereka berkumpul di sebuah rumah terapung di tengah rawa yang tenang, berdoa bersama, berbagi pengalaman panggilan, dan memperbarui semangat pelayanan. Air tenang yang mengalir di bawah tempat pertemuan menjadi lambang rahmat Allah yang terus menghidupkan dan menyegarkan hati yang lelah. Dalam kesederhanaan perjumpaan itu, mereka menyadari kembali bahwa karya penyelamatan tidak hanya dilakukan melalui mimbar atau altar, tetapi juga melalui perhatian, pengampunan, dan pelayanan setiap hari.

Bulan Keselamatan Jiwa-Jiwa: Kasih Allah yang Tidak Pernah Berhenti
Bulan November membawa pesan mendalam bagi umat Stasi Erambu: bahwa penyelamatan jiwa-jiwa adalah karya kasih Allah yang terus berlangsung. Melalui doa bagi arwah, devosi kepada Kerahiman Ilahi, pelayanan anak-anak, serta pembaruan rohani para pelayan Gereja, umat dari suku Marind, Kanum, dan Yeinan memperlihatkan wajah Gereja yang hidup, penuh kasih, dan setia berdoa bagi semua jiwa.
Seluruh rangkaian kegiatan bulan November mengingatkan bahwa kasih dan belas kasih Allah tidak berhenti di kubur. Ia hidup di tengah umat yang saling mendoakan, saling menguatkan, dan saling melayani. Dengan demikian, Gereja menjadi rumah keselamatan, tempat setiap jiwa—besar maupun kecil—dirangkul oleh kasih Allah yang tidak pernah berkesudahan.
🖋️ Penulis: Suster Getrudis Seuk, ALMA
📍 Lokasi: Stasi Santa Maria, Erambu – Paroki Santo Arnoldus Janssen Sota







