Kasih yang Membarui Hidup
Advertisements

Awal Perjalanan: Kasih, Tobat, dan Puasa yang Dihidupi
Kasih, tobat, dan puasa menjadi dasar pembaruan hidup umat Stasi Santa Maria Erambu, Paroki Santo Arnoldus Jansen Sota, dalam menjalani pelayanan sepanjang bulan Februari. Umat mengawali rangkaian kegiatan dengan kunjungan kasih pada momen Hari Valentine. Hal ini bukan sebatas ungkapan bahwa cinta Kristiani tidak hanya sebuah perayaaan, tetapi juga menjadi wujud nyata melalui kepedulian dan kebersamaan.

Baca juga https://almaputeri22.net/2026/03/17/omk-bukan-hanya-masa-depan/

Kepedulian Nyata bagi yang Menderita
Semangat pelayanan kasih berlanjut dalam kunjungan kepada orang sakit dalam rangka Hari Orang Sakit Sedunia. Melalui doa, perhatian, dan kehadiran, umat menghadirkan penghiburan bagi mereka yang mengalami penderitaan. Kehadiran Gereja menjadi tanda nyata harapan dan kekuatan bagi yang lemah.

Memasuki Masa Tobat dan Pertobatan
Umat memasuki masa tobat Gereja dengan menerima abu pada Rabu Abu, lalu melanjutkannya melalui ibadat Jalan Salib untuk merenungkan sengsara Kristus. Wujud konkret dari aksi puasa dan pertobatan, umat bersama-sama melaksanakan pembersihan makam di Pekuburan Umum Erambu sebagai tanda iman dan harapan akan kebangkitan.

Pelayanan yang Hadir dan Mendengarkan

Kehadiran para pelayan pastoral di tengah umat menjadi kesaksian kasih yang nyata—kasih yang tidak banyak berbicara, tetapi setia hadir dan mendengarkan. Dari halaman yang dibersihkan bersama hingga rumah-rumah sederhana yang dikunjungi, semuanya menjadi ruang perjumpaan yang membangun harapan.

Kesederhanaan yang Menguatkan Kebersamaan

Pelayanan dalam kesederhanaan tampak saat umat duduk bersama di lantai, berbagi cerita hidup, serta membangun relasi yang hangat. Mereka menyapa anak-anak, orang tua, dan yang rentan, sehingga kehadiran ini menjadi tanda perhatian yang tulus dan penuh kasih. Kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan ungkapan solidaritas mendalam yang menguatkan dan memberi harapan bagi setiap pribadi. Dalam kebersamaan itu, umat merasakan bahwa Gereja sungguh dekat, hadir nyata, dan berjalan bersama mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Buah Refleksi: Pembaruan dalam Hal Sederhana

Bulan Februari mengingatkan umat untuk membangun pembaruan hidup bukan dari kemegahan, melainkan dari kesetiaan dalam hal-hal sederhana. Dengan menghidupi kasih melalui tobat dan puasa, umat menjadikan pelayanan sebagai jalan pertobatan bersama bagi semua.

✍️Sr. Udis Seuk, ALMA

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *