
Perayaan Syukur 67 Tahun Menghadirkan Kasih bagi Sesama
KOMSOS ALMA PUTERI MALANG, 1 Agustus 2026 – HUT ke-67 Yayasan Bhakti Luhur. Perayaan Ekaristi berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) pukul 09.00 WIB di Kapel Santo Vinsensius a Paulo, ALMA dan Bhakti Luhur, Malang. Mengusung tema “Menabur Kasih, Menuai Kebaikan”, perayaan syukur ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang karya pelayanan Yayasan Bhakti Luhur yang selama 67 tahun terus menghadirkan kasih bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, terlantar, tersingkir, dan penyandang disabilitas.
Perayaan HUT ke-67 Yayasan Bhakti Luhur bertepatan dengan Peringatan Wajib Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja. Secara historis, Yayasan Bhakti Luhur lahir pada 5 Agustus 1959, tetapi perayaannya secara resmi pada 1 Agustus karena merupakan tanggal yang tercatat dalam akta pendirian yayasan.
Perayaan Ekaristi Berlangsung Khidmat
Pembina Rohani ALMA, Rm. Yulianus Astanto Adi, CM memimpin Perayaan Ekaristi HUT ke-67 Yayasan Bhakti Luhur. Liturgi berlangsung dengan khidmat melalui pelayanan anak-anak Tuna Netra sebagai petugas liturgi, sementara koor persembahan pegawai Bhakti Luhur Seruni; gabungan para suster ALMA dan rekan kerja.


Kehadiran mereka menjadi wujud nyata semangat inklusivitas yang selama ini menjadi bagain dari penghayatan Yayasan Bhakti Luhur, di mana setiap orang diberi kesempatan untuk ambil bagian sesuai dengan talenta dan kemampuannya.



Open Mind, Open Heart: Pesan Homili
Bertolak dari Injil Matius 14:1–12, Rm. Yulianus Astanto Adi, CM mengajak seluruh umat menghidupi semangat Open Mind, Open Heart, yaitu memiliki pikiran yang terbuka dan hati yang terbuka dalam mengikuti Kristus.

Beliau menegaskan bahwa moralitas Kristiani mengajak setiap orang menjadi pribadi yang berbuah melalui kasih yang harus terwujud dalam tindakan nyata. Pelayanan sejati lahir dari perhatian dan intensi yang tulus. Ketika seseorang hadir untuk melihat, mendengarkan, memahami, dan merasakan kehidupan sesama, maka kesejahteraan bersama dapat terwujud. Sebaliknya, perubahan tidak akan pernah terjadi apabila kita tidak mau hadir dan terlibat dalam kehidupan mereka yang membutuhkan.
Mewarisi Semangat Pelayanan Romo Janssen
Dalam homilinya, Rm. Astanto juga mengingatkan bahwa semangat tersebut merupakan warisan Bapa Pendiri, Romo Prof. Dr. Paulus Hendrikus Janssen, CM.
Melalui pendekatan Community Based Rehabilitation (CBR) dan kunjungan-kunjungan pastoral, Romo Janssen menunjukkan bahwa pelayanan terjadi dari kehadiran yang penuh empati. Beliau mengajarkan agar setiap insan Bhakti Luhur memiliki pikiran, hati, dan kehendak yang terbuka. Harapannya para penerus dapat berjalan bersama mereka yang kecil, lemah, miskin, terlantar, tersingkir, dan penyandang disabilitas.
Di akhir homili, romo mengajak umat menjadi saksi kasih Kristus melalui pelayanan yang nyata. Para murid menerima perutusan untuk mewartakan apa yang mereka lihat dan alami bersama Yesus. Demikian pula setiap insan Bhakti Luhur meneriam perutusan yang sama untuk menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Panitia HUT Yayasan Bhakti Luhur, Bapak Samino, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, dan kerja sama sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh keluarga besar Yayasan Bhakti Luhur, para panitia, relawan, peserta, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan setiap kegiatan. Menurutnya, semangat kebersamaan, gotong royong, dan dedikasi yang ditunjukkan menjadi wujud nyata persaudaraan dalam keluarga besar Yayasan Bhakti Luhur.
Di akhir sambutannya, Bapak Samino berharap momentum perayaan HUT Yayasan Bhakti Luhur tidak hanya menjadi ajang perayaan. Harapannya semakin mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat pelayanan. Selain itu mendorong seluruh keluarga besar Yayasan Bhakti Luhur untuk terus berkarya dan memberikan pelayanan terbaik bagi sesama.
Sambutan Ketua Yayasan Bhakti Luhur
Ketua Yayasan Bhakti Luhur, Sr. Macaria Theresia Laiyan, ALMA, menyampaikan sambutan syukur dalam rangka HUT ke-67 Yayasan Bhakti Luhur.

Beliau mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh keluarga besar Bhakti Luhur memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga Yayasan Bhakti Luhur tetap menjadi rumah kasih, tempat setiap pribadi saling berdialog, bertumbuh dalam harapan, serta menjadi ladang pelayanan bagi begitu banyak orang.
Menabur Kasih yang Tidak Pernah Sia-sia
Mengangkat tema “Menabur Kasih, Menuai Kebaikan”, Sr. Macaria Theresia Laiyan, ALMA menegaskan bahwa setiap tindakan kasih yang dilakukan dengan tulus tidak akan pernah sia-sia.
Menaburkan kasih kepada anak-anak Allah, khususnya anak-anak istimewa yang telah Tuhan percayakan kepada Yayasan Bhakti Luhur, akan bertumbuh menjadi harapan yang penuh sukacita sekaligus menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih di tengah dunia.
Beliau mengajak seluruh keluarga besar Bhakti Luhur untuk terus saling menguatkan serta merangkul mereka yang kecil, lemah, miskin, terlantar, dan tersingkir. Menurutnya, setiap pribadi memiliki martabat yang luhur di hadapan Tuhan dan berhak memperoleh cinta, perhatian, serta kesempatan untuk berkembang.





Mengenang Warisan Romo Prof. Dr. Paulus Hendrikus Janssen, CM
Dalam sambutannya, Sr. Macaria Theresia Laiyan, ALMA mengajak seluruh hadirin mengenang dengan penuh hormat dan kasih Bapa Pendiri, Romo Prof. Dr. Paulus Hendrikus Janssen, CM.,
Beliau mengatakan bahwa Romo Janssen, dengan iman, keberanian, dan kasih yang luar biasa, telah meletakkan dasar pelayanan yang terus berkembang hingga saat ini. Warisan terbesar yang beliau tinggalkan bukan hanya sebuah lembaga yang besar, melainkan semangat pelayanan yang berakar pada kasih Kristus di bawah perlindungan Bunda Maria.
“Mengenang Bapa Pendiri bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menghadirkan kembali semangat pengorbanan, kesederhanaan, kerendahan hati, dan pelayanan tanpa pamrih dalam setiap karya yang kita jalankan,” ungkapnya.
Kasih Tetap Menjadi Fondasi Utama
Memasuki usia ke-67, menurut Sr. Macaria Theresia Laiyan, ALMA, Yayasan Bhakti Luhur telah melewati berbagai tantangan dalam peziarahan pelayanannya.

“Dunia boleh berubah, teknologi terus berkembang, dan tantangan pendidikan maupun pelayanan sosial semakin kompleks. Namun, kasih harus tetap menjadi fondasi utama yang menggerakkan seluruh karya Bhakti Luhur,” tegasnya.
Beliau mengajak seluruh keluarga besar Yayasan Bhakti Luhur untuk memperkuat kebersamaan, membangun profesionalisme yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan lingkungan yang penuh kasih, saling menghargai, dan saling menguatkan.
Setiap guru yang mengajar dengan hati, setiap pendamping Perkasih yang melayani dengan sabar, setiap tenaga kependidikan yang bekerja dengan penuh tanggung jawab, hingga setiap donatur yang berbagi dengan tulus, sesungguhnya sedang menabur benih yang kelak akan menghasilkan buah kebaikan bagi banyak orang.
Ramah Tamah dalam Sukacita Persaudaraan
Perayaan HUT ke-67 Yayasan Bhakti Luhur ditutup dengan Berkat Penutup oleh Rm. Yulianus Astanto Adi, CM.
Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti acara ramah tamah di Lapangan Kompleks Yayasan Bhakti Luhur Malang. Suasana penuh sukacita dan persaudaraan tampak dalam kebersamaan para suster ALMA, guru, tenaga kependidikan, rekan kerja, para donatur, anak-anak binaan, serta tamu undangan.
Momentum ini menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 67 tahun perjalanan Yayasan Bhakti Luhur. Ini juga menjadi kesempatan mempererat tali persaudaraan seluruh keluarga besar Bhakti Luhur.


Terus Menabur Kasih, Terus Menuai Kebaikan
Melalui perayaan ini, seluruh keluarga besar Bhakti Luhur kembali diteguhkan untuk terus menghidupi semangat “Menabur Kasih, Menuai Kebaikan.”

Dengan mewarisi semangat pelayanan Romo Prof. Dr. Paulus Hendrikus Janssen, CM, Yayasan Bhakti Luhur berkomitmen untuk terus menghadirkan kasih Allah. Hal itu tercermin melalui karya pendidikan, pelayanan sosial, dan pendampingan kepada mereka yang paling membutuhkan. Sebab setiap benih kasih yang ditaburkan dengan tulus akan menghasilkan buah kebaikan yang membawa harapan bagi Gereja, masyarakat, dan dunia.


@komsos_almaputeri 2026






