WhatsApp Image 2026-08-14 at 10.55.34
Advertisements

Waikabubak, Sumba BaratRumah Harapan CBR Bhakti Luhur Sumba kini berdiri sebagai tempat pelayanan bagi anak-anak dan keluarga penyandang disabilitas. Pembangunan rumah baru untuk pengembangan Program CBR Bhakti Luhur–ALMA di Pulau Sumba ini lahir dari sebuah kunjungan, kerja sama, kepercayaan, dan dukungan para mitra dari Jerman.

Pembangunan rumah ini melalui karya ALMA PUTERI dengan dukungan Kindermissionswerk dan Katholische Zentralstelle für Entwicklungshilfe (KZE) Jerman tersebut bukan sekadar bangunan. Rumah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang karya pelayanan, sekaligus ruang baru untuk menumbuhkan harapan dan mendukung pendampingan anak-anak penyandang disabilitas di Sumba.

Rumah Harapan CBR Sumba Berawal dari Sebuah Kunjungan

Pembangunan Rumah Harapan CBR Sumba bermula ketika Claudia Rup, Koordinator Kindermissionswerk untuk Asia, mengadakan pertemuan dengan para mitra yang berkarya di Sumba. Bhakti Luhur juga mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Penanggung Jawab Proyek Adopsi Bhakti Luhur meminta Claudia untuk berkunjung ke Bhakti Luhur–ALMA Waikabubak. Saat itu, rumah untuk pelayanan telah mengalami kerusakan dan sebelumnya sudah ada rencan perbaikan secara bertahap.

Keterbatasan dana membuat perbaikan harus menyesuaikan dengan kemampuan yang tersedia. Namun, kunjungan Claudia membawa perubahan besar terhadap rencana tersebut.

Setelah melihat langsung kondisi bangunan, Claudia menemukan kebutuhan nyata yang sebelumnya hanya diketahui melalui laporan. Rumah tersebut telah mengalami kerusakan cukup parah karena sudah berusia sekitar 20 tahun ketika dibeli.

Dari kunjungan tersebut muncul gagasan untuk membangun kembali rumah yang lebih layak dan representatif bagi karya pelayanan CBR Bhakti Luhur–ALMA.

Proses Pembangunan Menjadi Pengalaman Berharga

Mewujudkan pembangunan rumah tidak berlangsung dalam waktu singkat. Penanggung Jawab Proyek bersama Sr. Elis Uran harus mempelajari berbagai berkas, persyaratan, dan dokumen proyek yang sangat perlu dalam mekanisme kerja sama dengan pihak terkait di Keuskupan Aachen, Jerman.

Proses tersebut menjadi pengalaman baru. Berbagai dokumen harus dipahami, disiapkan, dan dikirimkan sesuai ketentuan.

Namun, proses itu sekaligus membuka kesempatan untuk belajar bekerja secara lebih profesional, komunikatif, kolaboratif, kritis, dan kreatif.

Pembangunan juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Penanggung Jawab Proyek, Pengurus Yayasan Bhakti Luhur, Koordinator Proyek untuk Indonesia, tim pembangunan, komunitas ALMA, para suster, hingga pihak-pihak lain yang memberikan dukungan.

Tim mengajukan setiap perubahan rencana awal dan menunggu persetujuan sebelum melaksanakannya. Proses tersebut mengajarkan pentingnya menjawab kepercayaan dengan tanggung jawab.

Laporan dan Audit Menguatkan Transparansi

Tim mempertanggungjawabkan proyek melalui laporan narasi dan audit sebanyak tiga termin. Bagi tim yang terlibat, proses tersebut tidak hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga membuka kesempatan untuk belajar.

Mereka belajar membuat laporan, menyimpan dokumen, mempertanggungjawabkan penggunaan dana, menyampaikan perubahan, dan terbuka terhadap evaluasi.

Dari pengalaman tersebut tumbuh cara kerja yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Pengalaman ini sejalan dengan perhatian Kindermissionswerk terhadap pengelolaan dan pelaporan proyek yang mereka dukung. Pembaca dapat melihat informasi mengenai proyek dan prinsip pendanaan melalui situs resmi Kindermissionswerk – Projects.

Persahabatan Bhakti Luhur–ALMA dengan Mitra Jerman

Dukungan bagi pembangunan Rumah Harapan CBR Sumba tidak berdiri sendiri. Di baliknya terdapat sejarah panjang persahabatan antara Bhakti Luhur–ALMA dan para mitra dari Jerman.

Para mitra dari Jerman telah membangun hubungan kerja sama dengan karya Bhakti Luhur–ALMA sejak masa awal pelayanan Romo Paulus Hendrikus Janssen. Ketika ALMA pertama berdiri di Madiun, para mitra Jerman mulai mendukung karya Romo Paul Janssen di Wydia Mandala Madiun, mahasiswa Kateketik, serta anak-anak difabel yang terkenal sebagai ‘adopsi Aachen’.

Dari Madiun, para mitra kemudian memperluas dukungan hingga Pulau Sumba. Pembangunan rumah baru untuk pengembangan Program CBR Bhakti Luhur–ALMA menjadi salah satu wujud nyata persahabatan dan kerja sama yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Kindermissionswerk sendiri menjelaskan bahwa dukungannya mencakup berbagai proyek yang bertujuan meningkatkan kondisi hidup dan kesempatan anak-anak, termasuk proyek pendidikan, kesehatan, rehabilitasi, dan integrasi sosial.

Melanjutkan Tongkat Estafet Pelayanan di Sumba

Rumah baru ini tidak dapat terpisahkan dari sejarah karya ALMA di Pulau Sumba. Sebelum bangunan baru berdiri, sejumlah orang telah lebih dahulu merintis karya pelayanan.

Ibu Harti dan Sr. Eta Dondo menjadi bagian dari kloter pertama untuk survei tempat dan perizinan. Selanjutnya, almarhum Sr. Genoveva Eva sebagai tenaga Misi Umat, Sr. Elis Witin sebagai tenaga CBR, Erni dari praktikan IPI Sosial, serta Ibu Yuli Loka sebagai tenaga fisioterapi dari SMPS turut memulai dan merintis komunitas ALMA pertama di Sumba.

Rumah pertama berada di Kilo 2, tepat di belakang Rumah Makan Idola. Dari tempat tersebut, karya ALMA mulai bertumbuh melalui misi iman dan misi kasih.

Sr. Sisil Murwati, Sr. Flora, dan Sr. Regina melanjutkan karya para pendahulu dengan semangat pelayanan kepada generasi berikutnya.

Pelayanan itu terus bergerak seperti tongkat estafet. Setiap generasi menerima tanggung jawab untuk merawat, mengembangkan, dan meneruskan karya yang telah dimulai oleh generasi sebelumnya.

Pemberkatan Rumah Baru pada 10 Agustus

Setelah melalui proses pembangunan yang panjang, akhirnya mereka menyelesaikan rumah baru tersebut. Pada 10 Agustus, mereka memberkati rumah baru itu.

Bupati Sumba Barat beserta jajaran, Uskup Keuskupan Weetebula, sejumlah imam, para biarawan dan biarawati, umat, serta para suster ALMA dari komunitas-komunitas terdekat hadir dalam acara tersebut.

Pemberkatan menjadi momentum sukacita dan syukur atas selesainya sebuah karya yang telah melalui perjalanan panjang. Mereka memberkati rumah tersebut bukan sekadar sebagai bangunan, melainkan sebagai tempat pelayanan dan ruang untuk menghidupkan harapan.

Rumah Baru untuk Pendampingan Anak dan Keluarga

Keberadaan Rumah Harapan CBR Sumba diharapkan mendukung pengembangan Program CBR Bhakti Luhur–ALMA di Sumba.

Di dalamnya akan berlangsung berbagai kegiatan pendampingan, pendidikan, pemberdayaan, komunikasi dengan keluarga, dan pelayanan bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Harapannya sederhana: tidak ada anak yang merasa sendirian dan tidak ada keluarga yang merasa berjalan sendirian.

Semakin banyak anak dengan disabilitas diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang dan hidup secara bermartabat di tengah masyarakat.

Terima Kasih kepada Semua yang Terlibat

Pembangunan rumah ini merupakan buah kerja sama banyak pihak. Apresiasi disampaikan kepada Ibu Harti, Sr. Sisil Murwati, Sr. Flora, Sr. Regina, Claudia, Mbak Pupu selaku Koordinator Proyek untuk Indonesia, Pengurus Yayasan Bhakti Luhur, seluruh Tim Pembangunan, para suster ALMA, rekan kerja awam, masyarakat, donatur, para mitra, serta semua pihak yang mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan rumah tersebut.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kindermissionswerk dan Katholische Zentralstelle für Entwicklungshilfe (KZE) Jerman atas kepercayaan dan dukungan bagi Bhakti Luhur dan ALMA.

Dari Rumah Baru, Tumbuh Harapan Baru

Perjalanan pembangunan rumah ini menunjukkan bahwa karya besar dapat dimulai dari langkah sederhana: sebuah permintaan, sebuah kunjungan, sebuah rumah yang rusak, sebuah gagasan, proposal, dokumen, proses persetujuan, dan kerja sama.

Pada akhirnya, sebuah rumah baru berdiri.

Namun, pembangunan rumah bukanlah akhir. Justru dari rumah inilah pelayanan baru akan terus bertumbuh. Anak-anak akan datang, keluarga akan didampingi, para suster akan melayani, rekan kerja akan berkarya, dan masyarakat akan terus membangun kepedulian.

Rumah ini menjadi buah dari masa lalu, tempat pelayanan hari ini, sekaligus investasi bagi masa depan.

Semoga Rumah Harapan CBR Sumba menjadi tempat tumbuhnya harapan bagi anak-anak penyandang disabilitas, memperkuat karya CBR Bhakti Luhur–ALMA, dan menjadi tanda bahwa kerja sama serta kepedulian mampu menghadirkan perubahan nyata.

Karena yang dibangun bukan hanya sebuah rumah, tetapi harapan, martabat manusia, dan masa depan.

@Penanggung Jawab Project Aachen Jerman – Elisabet Kenila Witin, ALMA

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *