Kaul Kekal ALMA Dili
“Tempatkanlah Kristus di pusat hidupmu,” pesan Kardinal, “agar lilin panggilanmu tidak menjadi redup, melainkan terus menerangi umat dan mereka yang paling membutuhkan.” (Kardinal Virgilio do Carmo da Silva, SDB) Catedral da Imaculada Conceição, Dili, 14 Oktober 2025
Advertisements

Perayaan Kaul Kekal ALMA DiliCatedral da Imaculada Conceição, Dili. Tanggal 14 Oktober 2025 menjadi hari yang tertulis indah dalam perjalanan Gereja Timor Leste. Catedral da Imaculada Conceição menjadi saksi untuk pertama kalinya dalam sejarah, Perayaan Kaul Kekal Suster ALMA terlaksana di Dili. Peristiwa rahmat ini bertepatan dengan ulang tahun ke-21 hadirnya Tarekat ALMA PUTERI di Timor Leste. Perayaan ini bukan hanya seremoni religius, tetapi simbol kesetiaan, sejarah panjang, serta babak baru pelayanan ALMA bagi bangsa dan Gereja.


Di halaman katedral dipenuhi umat yang datang dengan wajah penuh sukacita. Suasana budaya, liturgi, dan kebersamaan menyatu menjadi momen yang indah dan penuh syukur.

Tarian Babadok: Penyambutan Penuh Sukacita bagi Gembala Gereja

Kedatangan Kardinal Virgilio do Carmo da Silva, SDB disambut dengan penuh kehangatan melalui tarian tradisional Babadog yang dibawakan anak-anak setempat. Irama gendang dan gerak lincah para penari menyimbolkan sukacita masyarakat Timor-Leste menyambut hari bersejarah ini.

Selendang khas diserahkan kepada Kardinal sebagai tanda hormat, kasih, dan kegembiraan seluruh umat atas kehadiran beliau dalam perayaan besar sekaligus penanda 21 tahun karya ALMA di tanah ini.

Perayaan Ekaristi: Puncak Perayaan Syukur

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Kardinal Virgilio do Carmo da Silva, SDB sebagai selebran utama. Lebih dari 20 imam konselebran dari berbagai paroki dan komunitas religius Indonesia maupun Timor Leste. Hadir pula keluarga para yubilaris, para biarawan-biarawati, serta keluarga besar ALMA dari Indonesia dan Timor-Leste. Mereka semua datang untuk memberikan dukungan dan menjadi saksi momen istimewa ini.

Liturgi Kaul Kekal menjadi puncak syukur atas Kaul Kekal sepuluh puteri Timor-Leste serta ulang tahun kedua puluh satu misi ALMA.

Sejak hadir tahun dua ribu empat, karya pelayanan ALMA berkembang dari Dili menuju Alas. Selanjutnya di Besusu untuk menghadirkan kasih Allah bagi umat.

Dalam suasana meriah dan penuh haru, umat menyaksikan para suster mengikrarkan kaul hidup miskin, murni, dan taat kepada Tuhan.

Pengikraran itu menjadi tanda penyerahan diri para suster secara total, menegaskan komitmen mereka mengikuti kehendak dan kasih Tuhan yang abadi.

Liturgi semakin hidup dan khidmat berkat kehadiran koor indah Coral Sagrada Família Bebonuk yang mengiringi momen sakral tersebut.

Lantunan doa dan pujian mereka menyentuh hati umat, menghadirkan suasana syukur mendalam bagi semua yang mengikuti perayaan pada hari itu

Mengawali homilinya, Kardinal Virgilio menyampaikan proficiat kepada keluarga besar ALMA dan sepuluh suster yang menjawab panggilan Tuhan dengan mantap.

Beliau mengucapkan terima kasih kepada orangtua serta keluarga yang hadir dan yang mempersembahkan anak-anak bagi Gereja. Hal ini menjadi bagian dari wujud iman mereka yang mendalam dan kokoh.

Refleksi 21 Tahun Karya ALMA di Timor-Leste

Kardinal mengajak seluruh umat untuk mengenang perjalanan panjang ALMA sejak pertama kali hadir di Timor Leste dua dekade lalu. Dari komunitas awal di Dili, karya ALMA berkembang ke Alas. Selanjutnya membuka komunitas baru di Besusu, sehingga para suster kini melayani umat di wilayah dekenat Same. Suster ALMA berjuang menghadirkan oase kasih bagi anak-anak istimewa. Beliau menegaskan bahwa kehadiran mereka telah menjadi tanda nyata perhatian Gereja terhadap saudara-saudari penyandang kebutuhan khusus.

Kardinal secara khusus memuji pelayanan ALMA yang terlihat nyata dalam kemampuan dan pendampingan anak-anak spesial yang mereka layani. Dalam homili, beliau menyinggung bagaimana seorang anak berkebutuhan khusus (Tuna Netra) mampu membaca mazmur dengan baik pagi itu. Ini merupakan sebuah bukti cinta dan kesabaran para suster dalam mendampingi mereka.

Baca juga: https://almaputeri22.net/2024/09/10/paus-fransiskus-berkunjung-ke-susteran-alma-dili-timor-lest/

Panggilan Ilahi: Tuhan yang Memilih, Manusia Menjawab

Mengutip bacaan pertama dari Kitab Yeremia, Kardinal menekankan bahwa panggilan hidup bakti bukanlah inisiatif manusia, melainkan panggilan Allah sendiri. Tuhan mengenal dan memilih setiap pribadi bahkan sebelum mereka ada dalam kandungan. Karena itu, beliau meminta para suster yang mengikrarkan Kaul Kekal agar tidak ragu terhadap panggilan-Nya.

Ia menegaskan bahwa perjalanan panjang pembinaan—mulai dari aspiran hingga kaul kekal—adalah proses penyelaman diri yang mendalam, bukan ruang untuk keraguan. “Bukan kalian yang mencari, tetapi Tuhan yang mencari dan memilih kalian,” tegasnya. Kardinal mengingatkan bahwa keindahan panggilan itu harus terwujud dengan kesetiaan dan hati yang tidak mendua.

Hidup Meneladani Injil dan Berkarya bagi yang Paling Lemah

Kardinal juga menyoroti spiritualitas ALMA yang begitu dekat dengan pelayanan langsung kepada mereka yang miskin, sakit, terpinggirkan, dan berkebutuhan khusus. Hal ini senada dengan Sabda Bahagia dalam Injil Matius. Ia mengingatkan bahwa apa pun yang dilakukan bagi mereka yang kecil dan lemah, dilakukan juga untuk Kristus sendiri.

Beliau mengajak para suster untuk memaknai kembali pilihan hidup: hidup miskin, hidup taat, hidup suci. Hal tersebut terlaksana demi mempersembahkan diri sepenuhnya sebagai ibu bagi semua anak-anak yang mereka layani. Ia menegaskan bahwa seorang suster ALMA menjadi ibu bukan karena melahirkan, melainkan karena cinta yang tidak membeda-bedakan.

Menjadi Lilin yang Terang di Tengah Dunia

Mengutip pesan Paus Fransiskus kepada para biarawan-biarawati, Kardinal menegaskan bahwa hidup bakti harus menjadi seperti lilin yang memberi terang. Ia mengingatkan bahwa lilin mudah padam bila tidak ada yang menjaga, dan begitu pula panggilan hidup bakti bila Kristus tidak menjadi pusat kehidupan rohani seorang suster. Ia mendorong kesepuluh suster untuk terus menyala dalam pelayanan, tetap setia dalam suka dan duka, serta tidak terombang-ambing oleh pujian atau kekecewaan dunia.

“Tempatkanlah Kristus di pusat hidupmu,” pesan Kardinal, “agar lilin panggilanmu tidak menjadi redup, melainkan terus menerangi umat dan mereka yang paling membutuhkan.”

Perayaan Syukur dan Pengutusan

Perayaan Kaul Kekal ini tidak hanya menjadi momen pribadi bagi para suster, tetapi juga menjadi peristiwa Gereja yang mempertegas bahwa karya ALMA selama 21 tahun di Timor Leste telah berbuah. Komitmen baru ini menjadi peneguhan bagi pelayanan ALMA ke depan, terutama dalam mendampingi saudara-saudari berkebutuhan khusus.

Dengan penuh harapan, Kardinal menutup homili dengan doa agar para suster semakin kuat dalam Kristus dan semakin setia menjalankan misi ALMA. Ia menegaskan bahwa ketekunan mereka akan menjadi cahaya yang terus menerangi komunitas, keluarga, dan terutama anak-anak yang mereka layani.

Suara Yubilaris: “Kami Berdiri di Sini Karena Rahmat Tuhan.”

Perwakilan para yubilaris Madre Martha Eduarda dos Santos, ALMA menyampaikan ungkapan syukur bahwa perjalanan mereka hingga mengikrarkan Kaul Kekal bukanlah hasil kemampuan pribadi, melainkan karena rahmat Tuhan yang menopang mereka.

“Kami berdiri di sini bukan karena kekuatan kami sendiri. Jika kami menoleh ke belakang, rasanya tak mungkin kami sampai pada hari ini tanpa cinta, doa, dan air mata begitu banyak orang.”

Mereka menyampaikan terima kasih kepada para pembimbing, para Suster ALMA, para formator, serta orang tua dan keluarga yang mendampingi mereka sejak masa awal panggilan.

“Kami sadar perjalanan ini penuh tantangan, tetapi Tuhanlah yang memampukan kami untuk tetap setia, bertahan, dan melangkah sampai hari ini.”

Para yubilaris berjanji dengan bantuan rahmat Tuhan untuk menghayati profesi mereka dengan sepenuh hati dan menjadi tanda kasih Tuhan bagi yang miskin, kecil, tersisih, dan menderita.

Dengan Syukur, Hari Ini Kami Menyerahkan Puteri Kami Kepada Tuhan.

Perwakilan orang tua Bapak Sebastiao De Jesus Saldanha menyatakan kebanggaan dan rasa syukur karena puteri-puteri mereka berani menjawab panggilan Tuhan secara total.

“Kami sebagai orang tua melihat sejak kecil bagaimana Tuhan menuntun puteri kami. Ada air mata, ada perjuangan, tetapi kami percaya bahwa panggilan Tuhan jauh lebih besar dari segala kekhawatiran kami.”

Mereka menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bapa Uskup, para imam, para pembimbing, dan seluruh Suster ALMA yang telah membentuk para puteri mereka dengan penuh kasih dan ketekunan.

“Hari ini, dengan syukur, kami menyerahkan mereka sepenuhnya kepada Tuhan. Kami mohon agar mereka tetap setia, rendah hati, dan melayani Gereja serta bangsa dengan sepenuh hati.”

Puteri-Puteri Terbaik dari Timor Leste.

Dalam sambutan penutup, Pemimpin Umum ALMA PUTERI, Ibu Cicilia Suratmi, ALMA menyampaikan syukur atas rahmat Tuhan yang terus mengalir dalam hidup tarekat.

“Allah memilih dan mengutus sepuluh puteri terbaik dari Timor Leste untuk mengucapkan Ikrar dan Kaul Kekal demi Kerajaan-Nya. Ini adalah rahmat besar bagi Gereja dan bagi keluarga besar ALMA PUTERI.”

Beliau menyampaikan terima kasih kepada Bapa Uskup, para imam, biarwan/biarwati, para donatur, orang tua, serta seluruh umat yang telah mendukung perjalanan formasi para suster.

“Kami sangat berterima kasih kepada orang tua yang mempersembahkan puteri-puterinya bagi Tuhan dan mempercayakan mereka kepada ALMA PUTERI. Doa, restu, dan dukungan Anda semua adalah kekuatan bagi kami.”

Pemimpin Umum juga menegaskan harapan agar para suster terus membaca tanda-tanda zaman, mendengarkan jeritan mereka yang kecil dan terpinggirkan, serta hadir sebagai wujud kasih Tuhan dalam karya sehari-hari.


Penutup: Dipilih, Diutus, dan Dikuatkan oleh Tuhan

Perayaan Kaul Kekal ini bukan hanya momen seremonial, tetapi sebuah peneguhan iman bahwa Tuhan tetap bekerja melalui pribadi-pribadi yang mempersembahkan seluruh hidupnya bagi pelayanan Gereja.

Dengan penuh syukur, para suster yubilaris melangkah ke babak baru hidup bakti mereka sebagai Suster ALMA. Harapannya, mereka yang telah terpilih, menerima perutusan, dapat berkarya dalam kasih Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kunjungi kami di : google.com/maps/place/Irmas+Alma/data=!4m2!3m1!1s0x0:0x5a706764da11472a?sa=X&ved=1t:2428&ictx=111


Ramah Tamah di Aula Katedral

Sesudah Perayaan Ekaristi, para tamu undangan, keluarga para yubilaris, serta komunitas ALMA berkumpul di Aula Katedral untuk mengikuti acara ramah tamah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa melalui sapaan, percakapan, dan ungkapan syukur yang dibagikan dengan tulus oleh seluruh hadirin. Para suster yang mengikrarkan kaul kekal menerima ucapan selamat dan doa dari keluarga, sahabat, dan rekan komunitas, sebagai tanda dukungan mendalam terhadap perjalanan panggilan mereka.

Dalam kesempatan ini, disampaikan pula ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam persiapan dan pelaksanaan perayaan, baik melalui doa, tenaga, maupun dukungan yang tidak tampak tetapi sangat berarti. Kebersamaan sederhana yang terjalin dalam ramah tamah ini menjadi ungkapan syukur atas rahmat Tuhan yang melimpah.

Semoga karya pelayanan ALMA di Timor Leste terus bertumbuh, menghadirkan kasih Tuhan bagi yang kecil dan lemah, serta menjadi inspirasi bagi banyak hati untuk semakin setia melayani dalam terang iman dan persaudaraan.


Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *