WhatsApp Image 2026-01-30 at 18.35.27
"Orang tualah pewarta iman yang pertama dan utama. Dari keluargalah anak-anak pertama kali belajar mengenal Allah dan Gereja." (Rm. Yanto, SVD) - Pesta Pembaptisan Tuhan
Advertisements

Awal Tahun sebagai Fajar Harapan

SOTA, KOMSOS ALMA PUTERI— Misionaris Sota, Suster Udis ALMA dan Suster Iren ALMA mengawali pelayanan di awal tahun dengan semangat baru yang penuh syukur dan pengharapan. Awal tahun selalu datang seperti fajar yang pelan-pelan menyingsing, membawa cahaya baru setelah perjalanan panjang. Demikian pula jejak pelayanan misi ALMA PUTERI di Stasi St. Maria Erambu memasuki bulan Januari 2026. Ini adalah awal yang disambut dengan hati penuh syukur, harapan, dan cinta yang terus diperbarui dalam pelayanan.

Hari Anak Misioner dan Semangat Epifani

Umat membuka perjalanan awal tahun dengan merayakan Hari Anak Misioner pada tanggal 4 Januari, yang sekaligus menutup seluruh rangkaian masa Natal dalam Pesta Penampakan Tuhan (Epifani). Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Simon, SVD, dalam suasana sederhana namun penuh sukacita. Dalam homilinya, beliau mengingatkan tentang para Majus yang datang mengunjungi Yesus dengan membawa emas, kemenyan, dan mur. Seperti para Majus yang setia mencari dan menemukan Sang Juruselamat, anak-anak pun dapat belajar untuk memiliki semangat misioner dengan rajin datang kepada Yesus setiap hari — di dalam keluarga, di gereja, dan juga di lingkungan sekolah. Misi anak-anak bukanlah hal besar di mata dunia, tetapi sangat berharga di hati Tuhan: doa yang tulus, sikap saling mengasihi, dan kerelaan berbagi dengan sesama.

Sukacita Sakramen Baptis di Awal Tahun

Sukacita iman berlanjut dalam Pesta Pembaptisan Tuhan di awal tahun 2026 ketika Pastor Yanto, SVD melayani penerimaan Sakramen Baptis bagi 37 anak. Momen ini menjadi peristiwa rahmat yang menyentuh hati seluruh umat. Dalam pesannya, pastor menegaskan bahwa orang tualah pewarta iman yang pertama dan utama. Dari keluargalah anak-anak pertama kali belajar mengenal Allah dan Gereja. Tanggung jawab orang tua bukan hanya membesarkan anak secara jasmani, tetapi juga menuntun mereka agar kelak setia pada imannya, mengikuti jejak orang tua sebagai anak-anak Allah yang hidup dalam kasih. Melalui baptisan, anak-anak ini kini menjadi anggota Gereja dan ahli waris Kerajaan Allah — sebuah anugerah besar yang mereka terima dan pelihara sepanjang hidup.

Baca juga: https://almaputeri22.net/category/cerita-misi/

Komunikasi Kasih dan Penguatan Kerahiman Ilahi

Setelah perayaan baptisan, Gereja memasuki momentum Hari Komunikasi Sedunia, yang mengajak umat untuk menggunakan setiap sarana komunikasi sebagai jalan menyebarkan kebaikan dan kebenaran. Di tengah kehidupan yang sederhana, umat menghidupi pesan ini melalui sapaan ramah, kunjungan penuh perhatian, serta kesediaan untuk saling mendengarkan. Bertepatan dengan itu, umat di stasi mendapat kunjungan dari Ketua Kerahiman Ilahi dari Merauke yang memberikan pencerahan kepada kelompok Kerahiman Ilahi di Stasi Erambu. Pertemuan ini menjadi penguatan rohani yang meneguhkan umat untuk semakin percaya pada kasih dan kerahiman Tuhan dalam setiap situasi hidup. Melalui pendalaman ini, umat tidak hanya mendoakan kerahiman Tuhan, tetapi juga berusaha menjadi saluran kerahiman bagi sesama. Mereka menunjukkannya dengan sikap pengampunan, kesabaran, dan kepedulian.

Sabda Tuhan sebagai Pedoman Hidup

Umat memasuki Minggu Ketiga Masa Biasa dengan merayakan Minggu Sabda Allah. Mendiang Paus Fransiskus menetapkannya sebagai ajakan agar umat semakin mencintai, membaca, dan merenungkan Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Di kapel kecil maupun dalam doa keluarga, umat kembali membuka Kitab Suci. Mereka tidak hanya membacakan Sabda Tuhan, tetapi juga menghayatinya melalui kesetiaan menjalani hidup sehari-hari. Bersyukur bahwa masih ada kesabaran menghadapi kesulitan, serta semangat saling menolong.

Pelayanan Pendidikan sebagai Benih Harapan

Suster Udis dan Suster Iren kembali menjalani rutinitas misi dengan setia. Mereka mendampingi anak-anak usia dini dalam pembelajaran 3M: membaca, menulis, dan menghitung. Ruang belajar yang sederhana menjadi tempat tawa dan semangat anak-anak. Di tangan-tangan kecil yang sedang belajar memegang pensil, tersimpan harapan besar akan masa depan yang lebih cerah. Setiap huruf yang mulai dikenali, setiap angka yang berhasil dihitung, menjadi tanda bahwa benih harapan sedang ditanam dengan penuh kesabaran.

Fondasi Iman, Harapan, dan Cinta

Bulan Januari pun terasa sebagai bulan fondasi — fondasi iman, fondasi harapan, dan fondasi cinta dalam misi. Dari altar Ekaristi, kolam baptis, Sabda Tuhan, hingga ruang belajar anak-anak, Tuhan menyatakan bahwa Ia berjalan bersama umat-Nya. Dalam langkah-langkah kecil tetapi setia, misi awam ALMA PUTERI di Stasi St. Maria Erambu terus bertumbuh. Paras suster percaya bahwa Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan setiap benih kebaikan yang telah ditanam di awal tahun ini.

✍️ Cerita Misi: Suster Udis Seuk, ALMA | KOMSOS ALMA PUTERI |2026

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *